Kemajuan teknologi semakin mendukung kegiatan fotografi. Jika dulu, yang bisa menghasilkan foto bagus hanyalah dari kamera SLR (Single Lens Reflex) ataupun DSLR (Digital Single Lens Reflex), kini zaman itu telah berlalu. Fotografi milik siapa saja.
Memang, memiliki DSLR sudah menjadi gaya hidup atau malah sebenarnya gaya-gayaan. Tetapi kehadiran smartphone
yang lebih mudah dibawa dengan kamera beresolusi tinggi untuk kelas
ponsel, menawarkan kepraktisan dan keasyikan tersendiri bagi pehobi
foto. Terlebih lagi, kehadiran mobile application seperti Instagram di iPhone, Bibbycam di BlackBerry, Retro Camera di Android dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi fotografi di smartphone
yang menjadi surga bagi para pecinta olahan foto. Sekali klik kamera,
pilih-pilih filter, voilaa! foto biasa menjadi super keren! Ditambah
lagi, hasil foto bisa langsung dishare ke social media. DSLR secanggih
apapun, belum punya fitur yang bisa langsung diajak ngetwit atau upload foto di FB!
Saya sendiri pengguna Canon DSLR. Kamera itu saya
pakai untuk mengembalikan biaya yang saya keluarkan untuk membelinya,
alias dipakai untuk side job. Sesekali, saya bawa traveling.
Tapi jujur, seringkali saya ingin jalan-jalan tanpa perlu membawa
kamera seberat itu. Ketika traveling pun banyak objek yang tidak bisa
diambil exstreme angle dengan kamera DSLR saya karena berat dan membutuhkan gaya motret yang cukup atraktif seperti tiduran untuk super low angle. Kamera BlackBerry menjadi solusinya.
Untuk foto jurnalis pun, kamera ponsel bisa ikut
partisipasi. Sebelum ada BlackBerry, media online terbesar di Indonesia
membekali seluruh wartawannya dengan ponsel Nokia seri N untuk mengambil
gambar dan membuat video. Yang tidak bisa disandingkan antara kamera
ponsel dengan DSLR adalah kecepatan menangkap gambar dan shutter lag antara satu frame ke frame berikutnya.
Tetapi, kembalikan saja ke tujuan. Kalau tujuan kita
motret untuk keperluan komersil, pencetakan dengan ukuran sangat besar,
butuh kecepatan menangkap momen, ya pastinya membutuhkan kamera DSLR.
Namun, jika untuk kepuasan hasrat setiap hari tanpa perlu pencetakan ke
ukuran sebesar billboard, kamera ponsel sangat cukup menjadi alat yang bisa kita andalkan.
Foto bagus dalam arti bisa dinikmati oleh banyak orang,
memiliki unsur keindahan didalamnya, dibuat dengan komposisi yang
menarik, juga terkandung nilai informasi, bisa dihasilkan oleh kamera
apapun. Tak hanya milik DSLR. Karena DSLR, kamera poket dan kamera
ponsel hanyalah alat. Yang terpenting adalah “the man behind the gun!”
————
Inilah foto-foto yang saya hasilkan dari kamera ponsel,
semua diambil dari BlackBerry 9800. Ada yang sudah mengalami pengolahan
warna di Photoshop, ada juga yang warna asli dari kamera BlackBerry.

Apple, I ate you! (foto diambil dengan mode close up)

Teratai depan rumah (foto makro)

Belalang (pengolahan berupa menaikan kontras warna dan efek frame)

Interior The Hills Hotel (tidak ada pengolahan warna)

Jalan cepat di Hong Kong (tidak ada pengolahan warna)

Gereja St Johns Catedral (convert warna ke BW)

Siluet lampu jalan dan gedung (foto diambil melawan matahari, pengolahan warna dibuat lebih gelap)

Gedung di Hong Kong (extreme low angle)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar